Presentasi Terbuka Tesis Dr. Ulfah Rimayanti, “Evaluation of inner retinal layer on glaucoma and macular degeneration using optical coherence tomography,” di Hiroshima University Kasumi Campus, 2014/1/9

Alhamdulillah, satu lagi rekan kita di Hiroshima telah menyelesaikan studi S3-nya dan telah mempresentasikannya pada sidang terbuka hari Kamis, 9 Januari 2014 lalu di Hiroshima University Kasumi Campus.

Dr. Ulfah Rimayanti melalui presentasinya dalam bahasa Jepang, “Evaluation of inner retinal layer of eyes with glaucoma and glaucoma with exudative age-related macular degeneration using optical coherence tomography, ” menyampaikan bahwa perkembangan teknologi diagnosis penyakit mata telah memungkinkan dilakukan pemeriksaan kondisi lapisan serabut saraf retina/peripapillary retinal nerve fiber layer (RNFL) dan kompleks sel ganglion/ganglion cell complex (GCC) pada mata, dan Dr. Ulfah dalam penelitiannya menilai RNFL dan GCC ini terhadap glaukoma dan degenerasi makula/age-related macular degeneration (AMD). Hasil penelitian dokter yang pernah menjuarai kompetisi penulisan ilmiah tingkat nasional ini menunjukkan bahwa GCC dapat digunakan untuk mendeteksi glaukoma sejak dini, sementara RNFL dapat digunakan untuk mendeteksi glaukoma pada penderita AMD.

Glaukoma dan AMD merupakan penyakit mata akibat kelainan saraf di belakang mata ditandai dengan hilang lapang pandang, dan merupakan penyebab kebutaan permanen kedua tertinggi di dunia (WHO, 2002). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, angka kejadian glaukoma di Indonesia adalah 4.6%. Angka yang tidak sedikit ini menjadi motivasi dokter lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan ini untuk meneliti glaukoma dan mengembangkan ilmu yang diperolehnya selama di Hiroshima, untuk memperbaiki taraf kesehatan masyarakat di Indonesia.

Glaukoma dan AMD merupakan penyakit degeneratif atau dengan kata lain risiko kejadian semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia seseorang. Pencegahan selalu jauh lebih baik dibandingkan pengobatan, begitu juga dengan kejadian glaukoma dan AMD. Dokter lajang yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar ini menyarankan kepada pembaca untuk menjalankan gaya hidup yang memungkinkan menurunkan risiko glaukoma dan AMD seperti tidak merokok, membiasakan makan sayur dan buah yang banyak mengandung zat karotenoid, yang memberikan warna alami kuning atau jingga pada makanan seperti jeruk, wortel dan tomat.

photoulfah2

Kerja keras Dr. Ulfah selama mengikuti pendidikan di Jepang sejak tahun 2009 tidaklah membuatnya lupa untuk melepas penat. Sesekali waktu, dokter yang pernah bekerja di Rumah Sakit Bersalin Masyita Makassar ini menyempatkan diri untuk karaoke bersama teman-teman di Hiroshima dan ikut jalan-jalan di berbagai tempat di Jepang. Demikian juga ia pun masih sempat untuk aktif di PPI Hiroshima selama 2 periode berturut-turut. Pada akhirnya, ia pun diganjar sebagai salah satu mahasiswa terbaik Hiroshima University pada tahun 2014.

Akhir kata, Dr. Ulfah selalu mengingatkan bahwa hambatan dan tantangan selama mengikuti pendidikan atau menjalankan pekerjaan pasti ada, tetapi jangan pernah menyerah karena selalu ada siapapun yang membantu. Itulah sebab mengapa Dr. Ulfah merasa bahwa suasana belajar di Jepang sangat kondusif karena kondisinya nyaman serta banyak mendapat bantuan dari profesor dan kolega-kolega sesama warga Indonesia maupun Jepang di Hiroshima pada umumnya, dan di bagian ilmu kesehatan mata Hiroshima University pada khususnya.

Kami ucapkan selamat atas prestasi Dr. Ulfah Rimayanti dan semoga ilmu yang diperoleh dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia terutama di bidang kesehatan dan khususnya di bidang kesehatan mata.

(Disusun oleh Irandi Pratomo)

1 komentar

  1. Kepada Yth,
    Pengurus PPIH

    Dengan Hormat,

    Saya seorang orang tua taunggal bagi 2 orang anak, dimana anak pertama saya, kelas 6 SD dan nilai rata-rata 8,5 prestasi lain yang yang didapt adalah juara 1 lomba mengarang, juara 1 lomba melukis di sekolah. Saya baru mengetahui ada beasiswa yang namanya PPIH, setelah saya cari-cari di internet mengenai beasiswa, oleh karena saya khawatir anak saya tidak bisa melanjutkan ke SMP oleh karena kehidupan kami pas-pasan,malah dibawa kehidupan biasa. penghasilan saya 2 juta 4ratus ribu/bula, kami tinggal dikontrakan, dan anak saya yang ke 2 masih usia 2 tahun, dan masih minum susu karena saya harus bekerja dari pagi sampai malam, dan saya juga harus bayar tetangga tempat menitipakn bayi saya saat saya kerja.

    Dari sekolah sering mereka minta akta lahir, kk danktp saya, buat beasiswa katanya. sampai-samapi anak saya menagis karena dipaksakan mengadakan kk, karena kk kami sempat hilang saat pindah-pindah. tetapi sampai sekarang belum pernah mendapatka yang namanya beasiswa dari sekolah. saya khawatir, pihak gurunya telah mendaftarkan anak saya buat beasiswa, tetapi mereka tidak memberikan kepada anak saya. karena sudah sering mungkin saya lengkapi data-datanya, tetapi tidak mendapatkan beasiswa itu.

    kebetulan anak saya memang cerdas. saya mohon, kiranya anak saya bisa mendapatkan beasiswa dari PPIH.

    Sebelumnya, saya mengucapkan banyak terima kasih…

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *