Kali ini Keluarga Besar PPI Hiroshima jalan-jalan menikmati musim yang mungkin tidak disukai kebanyakan orang Indonesia, yaitu musim dingin. Tentunya bagi kita, orang Indonesia, yang berasal dari daerah tropis, musim dingin di Jepang menjadi suatu penderitaan tersendiri. Namun ya gak ada salahnya bila kita merubah penderitaan itu jadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Oleh karena itu, bidang kekeluargaan PPI-Hiroshima, pada tanggal 31 Januari 2015, melaksanakan kegiatan jalan-jalan ke Megahira untuk menjajal permainan musim dingin, seperti selunjur es, ski, dan snowboarding.
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan dan mengakrabkan para anggota keluarga besar PPI Hiroshima yang sehari-harinya selalu sibuk dengan urusan risetnya masing-masing. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang rekreasi mahasiswa Indonesia bersama keluarga. Sesuai tujuan acara, panitia mencatat bahwa acara ini diikuti oleh 102 peserta yang terdiri dari 80 orang dewasa dan 22 orang anak-anak. Sungguh jumlah yang besar dan membuat panitia harus memesan dua bus untuk memboyong mereka semua!^^
Peserta
Peserta acara ini tidak hanya dari Indonesia saja. Banyak mahasiswa negara lain yang ikut acara ini. Panitia cukup terkejut dengan antusiasme mahasiswa-mahasiswa tersebut. Panitia mencatat ada 11 kewarganegaraan selain Indonesia yang mengikuti acara ini, yaitu Laos, Kamboja, Malaysia, Thailand, Colombia, Kepulauan Salomon, Filipina, Pakistan, Taiwan, Cina, dan Uzbekistan. Dengan mengikuti acara ini, semoga mereka dapat merasakan keramah tamahan dan kehangatan ala Indonesia. Ditambah lagi, panitia memberikan paket konsumsi berupa pastel dan dadar gulung serta lunchbox ala Indonesia yang disiapkan secara special oleh Mai-Kitchen. Tentu saja acara ini jadi ajang yang baik untuk memperkenalkan identitas Indonesia yang sangat kita banggakan, yaitu keramah tamahannya dan… tentu saja kuliner khasnya… ^^
Keberjalanan acara
Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa kendala berarti, tentu saja ini dapat berlangsung karena kerja keras panitia dan kerja sama dari seluruh peserta.
Banyak peserta yang baru kali pertama mencoba bermain ski/snowboard. Permainan yang tergolong extreme sport ini memang termasuk sulit untuk dipelajari, terutama di awal-awal belajar. Peserta banyak terlihat kesulitan mengendalikan papan ski-nya hingga akhirnya terjatuh. Namun ada pula yang terus mencoba hingga akhirnya berhasil meluncur dengan mulus.
Jika putus asa karena terus terjatuh, maka permainan seluncur jadi pilihan terakhir. Permainan ini cukup mudah dimainkan. Oleh karena itu tak heran anak-anak sangat menyukai permainan ini. Orang dewasa pun juga tampak menikmatinya.
Catatan biaya
Untuk mengikuti acara ini, peserta dewasa dikenai biaya 3000 yen, sedangkan anak-anak sebesar 1500 yen. Jumlah tersebut meliputi biaya sewa bus dan tol, konsumsi, P3K, dan biaya tak terduga. Sehingga jumlah tersebut adalah estimasi panitia dengan mempertimbangkan biaya-biaya tak terduga seperti tol, kecelakaan, dsb.
Namun, pada akhirnya total pengeluaran acara ini adalah 246,304 yen sehingga masih ada sisa sekitar 26,696 yen. Jika uang ini dibagi sejumlah peserta maka setiap peserta akan mendapatkan uang kembali 260 yen (dibulatkan). Terkait hal tersebut, panitia menawarkan dua opsi sebagai berikut:
1. Dititipkan kepada PPIH untuk pelaksanaan acara PPIH yang lainnya.
2. Diambil kembali oleh peserta. Untuk opsi ini, silakan hubungi Saudara Yunus.
Penutup
Panitia mengaku puas melihat senyum dan wajah bahagia para peserta dan kami berharap peserta pun merasakan hal yang sama. Semoga acara ini memberi kesan tersendiri bagi rekan-rekan semua! Dan yang paling penting adalah dapat mengakrabkan satu sama lain karena kita yang hidup di negeri orang ini, adalah satu KELUARGA BESAR.

















we are still adding more pictures… please wait for the update