Sepotong Gelar, Kenduri Pisah-Kangen musim gugur 2018

Sepotong Gelar

Apa makna gelar di depan namamu?
Maknanya…
Ilmumu hanya sedikit

Kau hanya tahu sedikit tentang B6 di colon dan jantung
Itu pun tak lengkap
Itu pun pembahasannya mensitasi jurnal peneliti lain
Tahukah kau fungsi B6 di otak, di otot, di hati, di ginjal, dan di bagian tubuh yang lain?
Jawabnya… tidak tahu.

Tahukah kau ilmu lain?
physics, computer, education, literature, dan ilmu lain yang tak mampu kusebutkan semua
Pasti jawabnya… tidak tahu

Itu menandakan bahwa gelar yang kau sandang menunjukkan bahwa ilmumu sangat sedikit!
Ilmumu hanyalah bagai setitik buih di lautan
Ilmumu hanyalah bagai sebutir pasir di gurun
Ilmumu hanyalah bagai segumpal awan di langit biru yang sangat luas

Apa yang kau banggakan dengan sepotong gelar di depan namamu?
Apa yang kau sombongkan dengan pencapaian mu saat ini?
Jawabnya… tidak ada

Karenanya kau harus lebih rendah hati bahwa ilmumu hanya sedikit
Karenanya kau harus lebih menunduk bahwa ilmumu tak seberapa

Itu hanya gelar yang menunjukkan bahwa kau tidak tahu apapun kecuali hanya sedikit.

Hiroshima University, 25 Agustus 2018

Dwi Eva Nirmagustina

 

maaf, lensa kameranya retak

Kuliah Tamu “Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara”

Apa itu arsitektur nusantara dan bagaimana contoh implementasinya di era saat ini?

Hari Minggu, 19 November 2017 diadakan PPI Hiroshima mengadakan kuliah tamu yang membahas tentang kearifan lokal arsitektur nusantara. Pembicara yang diundang adalah Dr. Mohammad Mochsen Sir yang merupakan visiting scholar di Departemen Arsitektur Hiroshima University. Di Indonesia, beliau merupakan pengajar di Departemen Arsitektur Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, dengan bidang keahlian Teori, Sejarah, dan Perilaku Arsitektur.

Acara yang dimulai sekitar pukul 10.30 pertama-tama membahas perbedaan antara arsitektur Indonesia, yang merupakan negara tropis dengan dua musim, dengan arsitektur negara subtropis dengan empat musim seperti Jepang. Karena Indonesia tidak memiliki musim dingin yang “mematikan”, maka arsitektur bangunan di Nusantara cenderung bersifat terbuka, rumah merupakan tempat pernaungan atau perteduhan. Sementara rumah pada negara subtropis cenderung sebagai tempat berlindung dan pada musim dingin rumah digunakan sebagai tempat melakukan aktivitas sepanjang hari sehingga bagian dalamnya dihiasi dengan ornamen yang indah.

Selanjutnya dibahas mengenai keanekaragaman arsitektur Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Di sini muncul diskusi yang menarik antara pembicara dan peserta mengenai corak arsitektur Nusantara yang begitu beragam dan sulit dirumuskan. Seperti misalnya, apabila memang arsitektur Nusantara memposisikan rumah hanya sebagai tempat bernaung, yang sifatnya terbuka dan biasanya menggunakan bahan bangunan kayu, bagaimana dengan candi? Karena topik diskusi yang bisa menjadi sangat panjang, maka diputuskan agar diskusi tersebut dilanjutkan di luar acara kuliah tamu.

Akhir kata, Indonesia sangatlah kaya akan keanekaragaman dan masih banyak lagi yang belum terpetakan. Semoga keanekaragaman tersebut tetap lestari dan terjaga 🙂

Welcome Party Musim Gugur 2017

Setiap semester, sejumlah mahasiswa baru datang ke Hiroshima untuk belajar. Welcome party merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh PPI Hiroshima dalam rangka menyambut anggota keluarga baru, agar semua dapat lebih mengenal anggota keluarga lain dengan lebih dekat. Di rantau, maka anggota keluarga terdekat adalah rekan-rekan sesama pelajar.

Welcome Party musim gugur 2017 PPI Komisariat Hiroshima telah diadakan di: Kurara Hall 30. Sabtu, 28 Oktober 2017, 9:00 – 11:30 pagi. Pelaksanaannya dapat dibilang agak terlambat mengingat mahasiswa baru sudah tinggal lebih dari sebulan. Harapan pengurus keterlambatan ini tidak mengurangi kehangatan yang kemudian terjalin. Keterlambatan ini juga sedikit banyak berkaitan dengan masih mudanya umur kepengurusan PPI Hiroshima tahun ini yang baru dilantik.

hangat dan akrab
Welcome Party musim gugur 2017, PPI Komisariat Hiroshima

Acara dimulai dengan perkenalan pengurus PPI Hiroshima periode 2017-2018 beserta pemaparan visi dan misi PPIH 2017-2018 beserta garis besar program kerja. Dalam presentasinya, garis besar kebijakan PPIH 2017-2018 dijabarkan dalam tiga frasa utama, yaitu: transparansi dan akuntabilitas, pembenahan manajemen internal, dan capacity building. Program kerja yang disusun kemudian akan bermuara pada garis kebijakan tersebut.

Beberapa pertanyaan, harapan serta masukan dari para anggota baru juga disampaikan dalam acara. Kemeriahan acara tersebut semakin lengkap dengan hadiah yang diberikan kepada para peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari panitia.

Selamat datang kepada para mahasiswa baru. Semoga Anda semua menemukan keluarga di sini. Partisipasi dan kontribusi Anda semuanya kami tunggu untuk Indonesia, dan untuk mengharumkan nama Indonesia di negeri matahari terbit ini.

Salam hangat, PPI Komisariat Hiroshima.
—————————

Narasi: Ariel. Penyunting: Zulhaj. Foto kegiatan: Tama dan Aleks

 

Segar bugar PPI Hiroshima

Tanggal 15 Februari 2015, sehari setelah hari yang banyak orang sebut hari kasih sayang, kami pun punya hari kami sendiri, yaitu hari olah raga!^^
Kenapa hari olah raga? karena dalam hari itu kami memainkan berbagai jenis olah raga. Pada kesempatan kali ini kami bermain mini futsal, badminton, dan tenis meja, Suasana permainan meriah dan menyenangkan! Badan pun jadi segar dan bugar…

Salam olahraga!

(all photos by Abdillah)

_MG_7650 _MG_7646 _MG_7647 _MG_7648

Mereka yang lulus di bulan Maret 2014 – HIA graduation party

Hiroshima Indonesia Association (HIA) graduation party, adalah acara rutin yang diselenggarakan di setiap semester. Kali ini, pada Rabu malam 26 Februari 2014, acara dilangsungkan untuk melepas 12 orang putra-putri bangsa yang telah merampungkan masa studinya di Jepang. Mereka adalah mahasiswa dan mahasiwi  jenjang S3, S2, dan pendidikan guru dari universitas-universitas di Hiroshima.

wisudawan-maret2014

Daftar nama wisudawan bulan Maret 2014

1. Gusmini Anis – S3 Prefectural University of Hiroshima

2. Zulfaida Penata Gama – S3 Hiroshima University

3. Yulius Julius – S2 Hiroshima University

4. Vivien – Teacher training program Hiroshima University

5. Ulfah Rimayanti – S3 Hiroshima University

6. Sagala Pehulysa – Teacher training program Hiroshima University

7. Rachmad Firdaus – S3 Hiroshima University

8. Nisa Maulia – Teacher training program Hiroshima University

9. Endang A. Hidayat – S2 Hiroshima University

10. Budi Harjo – Teacher training program Hiroshima University

11. Bambang Ariyadi – S3 Hiroshima University

12. Nuria Haristiani – S3 Hiroshima University.

Acara yang berlangsung meriah ini juga diisi oleh penampilan budaya oleh Nadia P. Laksmi Bukit yang menarikan tarian Jaipong yang dibawakan secara solo. Dengan gerakan yang indah serta atribut yang unik dan menarik, Nadia berhasil mengundang pujian dari para tamu yang hadir, terutama tamu berwarga negara Jepang yang terkesima oleh penampilannya. Setiap tahunnya, PPI Hiroshima melalui Sie Budaya selalu menampilkan penampilan budaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada publik di Jepang. Mari kita tunggu tarian apa yang akan ditampilan oleh PPI Hiroshima pada event HIA berikutnya.

PPI Hiroshima mengucapkan selamat kepada para wisudawan! Keberhasilan mereka akan menjadi semangat bagi yang akan dan sedang menjalani studinya di Hiroshima.

1800087_10152220058634266_1278065346_o (1)
Keluarga besar PPI Hiroshima berfoto bersama Rektor Hiroshima University, Asahara-sensei

Welcome Party 2013

PPI Hiroshima mengadakan Welcome Party pada hari Sabtu tanggal 16 November 2013. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai ajang silaturahim agar lebih mendekatkan anggota PPIH baru dan lama. Sebagaimana diketahui bahwa tahun ajaran baru di Hiroshima University adalah pada bulan Oktober dan April, sehingga Welcome Party kali ini adalah untuk menyambut rekan-rekan yang masuk pada bulan Oktober 2013.

Lokasi tour adalah Shimanami Kaido, yaitu jalan toll yang menghubungkan pulau Honshu dan Shikoku. Dari (3) buah jalur yang menghubungkan dua pulau tersebut, hanya Shimanami Kaido yang bisa dilalui dengan jalan kaki dan atau bersepeda. Alasan pemilihan lokasi tour ini adalah karena PPIH akan mengadakan sepeda bersama yang difokuskan pada salah ruas jembatan Kurushima-Kaikyō Bridge.

Bus yang disewa melakukan penjemputan mulai pukul 6 pagi ke beberapa titik pemberangkatan di Saijo, yakni Daigaku kaikan mae, Yamanakaike, Saijosyogakkoumae dan Sunsquare. Total peserta yang ikut rombongan bus adalah 50 orang dewasa dan 11 anak-anak. Anggota dan keluarga besar PPIH sangat antusias mengikuti acara ini sehingga seat bus yang disewa pun penuh. Ada juga beberapa keluarga yang menggunakan mobil pribadi dan bergabung dengan rombongan di lokasi tour.

Setelah bersepeda bersama, rombongan melanjutkan perjalanan ke Wisteria Park dan Ōyamazumi Shrine yang berada di Pulau Omishima. Rombongan melihat-lihat indahnya bunga Wisteria dan kuil. Meskipun bunga Wisteria belum mekar, hal tersebut tidak mengurangi pengalaman tour. Peserta juga memborong jeruk murah meriah yang dijajakan di sekitar Wisteria Park.

Rombongan tiba kembali di Sajo pada sore hari menjelang maghrib. Capek dan pegal setelah mengayuh sepeda terbayar dengan pengalaman melakukan outdoor bersama-sama. Esok hari, tugas lain menanti.

IDEC Open Day

PPI Hiroshima turut ambil serta dalam event IDEC Open Day yang diselenggarakan oleh Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC), Hiroshima University. Event tersebut adalah salah satu bagian dari kampanye IDEC untuk lebih membuka IDEC baik kepada para pelajar yang ada di IDEC maupun publik pada umumnya.

PPI Hiroshima menampilkan dua performances. Pertama, tarian Jaipong yang dibawakan secara solo oleh Sdri. Nadia telah mengundang decak kagum semua pengunjung. Setelah tarian selesai ditampilkan, sang penari menjadi sasaran para pengunjung yang ingin berfoto bersama dengan sang penari. Performance yang kedua dari PPI Hiroshima adalah poco-poco yang membuat hampir seluruh audiens turut menari. Alhasil, poco-poco terpilih sebagai the best performance pada acara IDEC Open Day. Program latihan dan strategi yang dikoordinasikan oleh Sie Kesra telah membuahkan hasil.

Partisipasi lainnya adalah turut andil bagian dalam menyediakan makanan free bagi semua pengunjung. Menu yang ditampilkan adalah bakso dan pisang goreng yang ludes sebelum acara selesai. 

 

10