LPJ PPIH 2018/2019

Dear, seluruh Keluarga Besar PPI Hiroshima yang kami hormati.

Menjelang berakhirnya periode kepengurusan PPIH 2018/2019 yang bersamaan dengan Musyawarah Besar PPIH 2018/2019 pada hari Minggu, 22 September 2019 yang akan dilaksanakan di R. 806 IDEC, Hiroshima University, Higashihiroshima Campus, kami mengundang rekan-rekan untuk dapat hadir dan mengisi kuesioner evaluasi pada tautan berikut:

bit.ly/evalppih1819

Adapun materi Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PPIH 2018/2019 dapat dilihat pada dokumen berikut.

Masukan, kritik, dan saran dari rekan-rekan semua sangatlah berarti bagi kami. Maju terus mahasiswa!

Salam Perhimpunan! Salam Persatuan!

Bersama Bersinergi.

Semarak Olahraga Agustusan di Hiroshima

Alhamdulillah segala puji dan syukur mari kita panjatkan kepada tuhan yang maha esa Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya kegiatan tahunan PPIH semarak olahraga dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke 74 berhasil di selenggarakan. Meskipun acara pembukaan semarak olahraga ini terlambat beberapa saat, namun pembukaan bisa berjalan dengan cukup khidmat.

Para peserta berkumpul di tengah lapang eastgym, menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Salah satu hal yang bersejarah dalam semarak olahraga kali ini adalah launching untuk pertama kalinya lagu PPI Hiroshima yang diciptakan oleh Bapak Subaedy yang berjudul “Tunggu Aku Kembali”.

Launching Lagu PPI Hiroshima

Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kegiatan semarak olahraga kali ini adalah, Futsal, Basket dan Badminton. Setelah acara pembukaan selesai, para peserta mengambil kertas undian untuk  pembagian grup dalam kegiatan olahraga kali ini. Cabang olahraga yang dipertandingkan pertama adalah olahraga futsal.  Para peserta sangat antusias dalam menyambut pertandingan futsal,  kekuatan tiap tim pun berubah dikarenakan banyak nya orang Indonesia yang sudah kembali ke tanah air. Pertandingan berlangsung dengan sangat menarik, dan para peserta pun melaksanakan pertandingan dengan fair play. Saat pertandingan futsal tengah berlangsung, ada beberapa masalah yang terjadi dikarenakan salah paham dan kurangnya komunikasi dengan peserta mengenai peraturan yang ada.  Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar dalam pelaksanaan selanjutnya hal yang sama tidak terjadi kembali.

Setelah cabang olahraga futsal dilaksanakan, selanjutnya cabang olahraha bulu tangkis dan basket 3 on 3 dilaksanakan secara bersamaan. Pertandingan cabang olahraga bulu tangkis sedikit mengalami perubahan sistem kompetisi yang asalnya berbentuk grup, menjadi sistem gugur dikarenakan ada salah paham mengenai jumlah pendaftar peserta bulu tangkis antara panitia. Namun meskipun sistem kompetisi nya berubah, namun tidak mengurangi keseruan pertandingan cabang olah raga bulu tangkis ini.

Sikap Fair Play setelah Pertandingan Badminton

Di sisi lapang yang lain, pertandingan basket 3 on 3 pun dilaksanakan. Dalam pelaksanaan sebelumnya terdapat cabang olahraga tenis meja, namun dalam pelaksanaan kali ini cabang olahraga tenis meja diganti oleh cabang olahraga basket dikarenakan melihat antusias pertandingan sebelumnya, cabang olahraga basket cukup meriah.

Pertandingan Basket 3 on 3

Selain pertandingan olahraga, sama seperti tahun sebelumnya kegiatan kali ini pun dimeriahkan dengan bazaar masakan nusantara. Salah satu yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Indonesia karena bisa mengobati kerinduan akan masakan Indonesia selama berada di Jepang.

Bazaar Makanan Indonesia

Kegiatan berjalan dengan meriah, meskipun terdapat beberapa kendala namun secara keseluruhan rangkaian acara bisa berjalan dengan baik dan berakhir sesuai jadwal.

Terakhir, selamat untuk para juara dalam kegiatan semarak olahraga PPIH tahun 2019.

TGIF PPIH Agustus ‘Mempersiapkan Pendakian Fuji-San’

Setelah absen selama dua bulan, TGIF PPIH kembali hadir di bulan Agustus 2019. TGIF kali ini sekaligus menjadi edisi terakhir untuk kepengurusan 2018-2019. Tema dari TGIF kali ini merupakan persiapan pendakian Gunung Fuji. Tema ini dipilih karena memang Pendakian menuju puncak Gunung Fuji hanya dibuka pada saat musim panas, tepatnya 1 Juli hingga 10 Agustus, dan juga atas request khusus teman-teman PPIH di Hiroshima City yang akan berangkat kesana. Kegiatan ini dihadiri oleh tujuh orang yang dipandu oleh Firly Baskoro dan Gillang Gusti. Informasi mengenai persiapan pendakian Gunung Fuji yang dibagikan diantaranya berupa informasi umum mengenai Gunung Fuji, transportasi kesana dari Hiroshima, rute pendakian, biaya, serta persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum keberangkatan. Kegiatan lalu diakhiri dengan sesi diskusi dan foto Bersama.

Suasana Diskusi TGIF

Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3776 mdpl. Gunung ini terletak di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Prefektur Shizuoka. Selain sebagai gunung api aktif yang menjadi gunung wisata, gunung ini juga dianggap sakral oleh masyarakat Jepang. Status Gunung Fuji sebagai gunung wisata membuat jalur pendakiannya terkelola dengan baik. Walaupun begitu, pendaki tetap dihimbau untuk berhati-hati terutama jika hujan turun karena medan pendakiannya yang kering dan berbatu, ditambah suhu dingin di puncak yang bisa mencapai kurang dari 0oC. Pada umumnya, pendakian menuju puncak Gunung Fuji dimulai dari 5th Station di masing-masing jalur pendakian. Pembayaran biaya pendakian sebesar JPY 1000 bisa dilakukan di tempat yang sama dengan bonus berupa souvenir ukiran kayu.

Suasana Diskusi TGIF (2)

Moda transportasi yang bisa digunakan untuk menuju Gunung Fuji bermacam-macam, mulai dari bus, kereta, hingga pesawat terbang, tergantung pada checkpoint yang dituju (Tokyo, Kyoto, atau Mishima) dan anggaran masing-masing. Terdapat juga banyak opsi untuk menuju Gunung Fuji dari setiap checkpoint tersebut, salah satu opsi yang paling populer adalah bus (http://www.fujikyu.co.jp/en/). Rute Pendakian Gunung Fuji dibagi menjadi 4, Yoshida Trail (rute paling populer), Subashiri Trail (rute dengan akses termudah kedua), Gotemba Trail (rute terpanjang), dan Fujinomiya Trail (rute dengan titik start pendakian tertinggi).

Berbeda dengan di Indonesia, pendaki di Gunung Fuji dilarang mendirikan tenda di sepanjang jalur pendakian. Sebagai gantinya telah banyak disediakan mountain hut atau penginapan di puncak gunung di sepanjang lereng Gunung Fuji. Penginapan-penginapan ini bisa dipesan jauh-jauh hari melalui telfon ataupun melalui online form (https://www.jnto.go.jp/eng/arrange/travel/practical/pdf/Mt.Hut_Mt.Fuji.pdf). Harga sewa penginapan ini berkisar antara JPY 5000-8000 untuk setiap orang per malamnya dengan tambahan sarapan atau makan malam seharga JPY 1000. Biaya total pendakian dari Hiroshima secara umum berkisar di range JPY 40000-50000, tapi tidak menutup biaya yang lebih mahal dari itu tergantung pada rencana keseluruhan perjalanan.

Foto Bersama di Penghujung Kegiatan

Kuliah Tamu PPIH – Refleksi Sejarah 400 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang

Dalam kuliah umum kali ini dibahas tentang salah satu perjumpaan masyarakat nusantara dengan orang Jepang. Dalam cerita dari pulau Banda ini dicatat bahwa para samurai tak bertuan dari jepang dipekerjakan oleh badan usaha milik kerajaan Belanda yang saat itu dikepalai oleh J.P. Coen. Para samurai ini diberi tugas untuk membantai para pembesar, bangsawan dan orang yang dianggap terlibat dalam pembantaian orang Belanda beberapa tahun sebelumnya yang hampir merenggut nyawa J.P. Coen. Para korban (masyarakat pulau Banda) dimutilasi menjadi beberapa potongan dan digunakan sebagai peringatan pada masyarakat pulau Banda agar takut dan takluk pada pemerintah pendudukan kerajaan Belanda. Latar belakang dipakainya para “ronin” atau samurai tanpa tuan ini karena murah dan mudah perawatannya (konon berdasarkan catatan kerajaan Belanda), hanya memerlukan lauk ikan asin. Efisiensi dari perawatan pasukan bayaran ini tidak mengurangi efektifitasnya dalam membantai warga Banda. Pada kuliah umum ini dihadiri puluhan masyarakat Indonesia yang terdiri dari siswa sekolah-mahasiswa-keluarga mahasiswa dan beberapa pekerja, bahkan ada seorang mahasiswa pasca sarjana asal Jepang yang menguasai Bahasa melayu turut menyimak kuliah ini.

Kuliah yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini berisi pemaparan materi oleh pemateri dan diselingi dengan tanya jawab, dimana setiap kesempatan tanya jawab diberikan tiga kesempatan untuk para peserta yang ingin pertanyaan. Selaku pemateri adalah ibu Meta Sekar Astuti, Ph.D, beliau adalah dosen di Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin, Makassar. Topik utama penelitian beliau adalah hubungan Indonesia-Jepang. Kembali ke materi kuliah umum, pada kenyataanya ternyata bangsa Jepang telah berdagang berbagai produk terutama obat-obatan yang dapat diandalakan dengan harga murah hingga ke pelosok daerah nusantara (saat itu masih bernama Hindia Belanda) dengan berjalan kaki. Beberapa produk yang saat itu diperdagangkan masih dijual hingga sekarang, tentunnya dengan improvisasi dan modenisasi pada lini produksinya. Status warga negara jepang yang pada saat itu disetarakan dengan warga kulit putih akhirnya membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda tidak dapat mengatur pergerakan warga Jepang di Indonesia dengan ketat. Berdasarkan catatan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan yang tinggi (setara warga kulit putih) tidak membatasi para pedagang dari Jepang untuk memasarkan produk-produknya hingga ke penjuru pedalaman wilayah jajahan Belanda. Jejak sejarah dalam bentuk foto akan bangunan yang sempat digunakan pedagang Jepang untuk menanamkan gaya berbelanja modern pun masih dapat disimpan dengan baik. Pada akhirnya, kuliah tentang hubungan kepulauan nusantara dengan Bangsa Jepang yang dilaksanakan di salah satu ruangan seminar fakultas Sastra Universitas Hiroshima dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia adalah suatu penyegaran rasa cinta tanah air di perantauan yang jauh dan sebagai upaya untuk tetap mengingat bahwa sebagai warga negara Indonesia jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Sambutan oleh Ketua PPI Hiroshima
Penyampaian Materi
Penyampaian Materi (2)
Antusiasme Peserta
Sesi Tanya Jawab
Sesi Tanya Jawab (2)
Sesi Tanya Jawab (3)
Foto Bersama di Penghujung Kegiatan

Workshop Fotografi PPIH

Belajar fotografi dari sang ahli merupakan hal yang dinantikan bagi mereka yang mempunyai hobi foto. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang berguna untuk meningkatkan skill fotografi. Oleh karena itu, PPIH menyelenggarakan acara Workshop Fotografi dengan menghadirkan sang ahli fotografi, Bli Kadek Agus Wibisana, sebagai pemateri.

Penyampaian Materi

Workshop kali ini spesial karena dilaksanakan di Hiroshima City, tepatnya di lounge lantai 1 International House. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Juli 2019 ini diikuti oleh 11 peserta. Selama kurang lebih 60 menit, pemateri menyampaikan materi seputar teknik dasar fotografi dan pengambilan gambar disertai dengan contoh hasil foto. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti workshop ini.

Kegiatan workshop lalu dilanjutkan dengan praktik pengambilan gambar langsung di sekitar Genbaku Dome. Para peserta secara bergantian menjadi objek foto sedangkan yang lain mengabadikannya dalam lensa. Hasil bidikan lensa kemudian dikonsultasikan kepada pemateri untuk mendapatkan tanggapan sehingga peserta dapat secara langsung mengetahui kekurangan atau kelebihan dari foto hasil bidikannya. Workshop ditutup dengan foto bersama.

Hasil Foto Peserta
Hasil Foto Peserta (2)
Penyerahan Sertifikat kepada Pemateri

Public Speaking Class for Children

PPI Hiroshima melakukan kegiatan dibidang pengembangan akademik berupa public speaking class yang dikhususkan untuk anak – anak. Kegiatan yang khusus ditujukan untuk anak – anak ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kratifitas dan keberanian anak untuk berbicara di depan umum serta menyalurkan minat dan bakat anak – anak dalam dunia public speaking. Kegiatan ini dipandu oleh Saudari Avidia Sarasvati.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang anak dari berbagai usia, dimulai dari usia mampu berbicara hingga 10 tahun. Kegiatan dimulai pukul 16.00 JST. Pertama – tama mentor memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kemudian mengajak anak – anak untuk pemanasan dengan menari mengikuti gerakan mentor diiringai lagu Chicken Dance. Pemanasan dilakukan selama 2 kali untuk memacu semangat anak – anak dan tidak merasa bosan dengan kegiatan yang dilakukan. Setelah melakukan tari bersama, anak – anak diminta untuk duduk membentuk lingkaran kemudian mentor mulai diajarkan untuk berani berbicara dimulai yang dikemas dalam bentuk game. Game yang yang dilakukan merupakan permainan lempar dan tangkap bola, bagi anak yang mendapatkan bola akan maju ke tengah lingkaran dan mulai bercerita. Pertama – tama anak yang mendapatkan bola akan menyebutkan nama terlebih dahulu lalu kemudian bercerita mengenai cita – cita dan hal yang paling mereka sukai. Masing – masing mendapatkan giliran untuk bercerita. Setelah bercerita, anak – anak diberikan hadiah oleh mentor sebagai reward atas keberanian mereka bercerita. Setelah semua anak selesai bercerita, mentor mengajak anak – anak untuk mengikuti gerakan Tepuk Semangat sebagai penutup dari kegiatan.

 

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian sertifikat penghargaan kepada  masing – masing anak dan foto bersama.

Beasiswa Bidik Anak Negeri

Pendaftaran Dibuka!

Beasiswa Bidik Anak Negeri PPIH 2019 dibuka mulai 25 Juni sampai 23 Juli 2019. Segera siapkan kelengkapan dokumen sebagai berikut:

1. Formulir pendaftaran Beasiswa Bidik Anak Negeri PPIH 2019 yang tersedia di Lampiran 1;
2. Surat pernyataan Orang Tua/Wali Siswa sebagaimana tersedia di Lampiran 2;
3. Scan foto siswa ukuran 3×4;
4. Scan KTP orang tua/wali siswa;
5. Scan Kartu Keluarga;
6. Surat Keterangan Tidak Mampu yang diterbitkan oleh pejabat setingkat Kepala Desa atau Kelurahan;
7. Scan halaman identitas siswa pada rapor;
8. Scan hasil rapor 2 semester terakhir;

Pedoman lengkap pendaftaran, silakan cek dokumen berikut:

 

Info lebih lanjut:

Divisi Akademik dan Beasiswa PPIH 2018/2019

Email: beasiswappih@gmail.com

 

Salam,

Bersama Bersinergi!

 

TGIF PPIH Mei-“Drama di Negeriku” Mengupas tuntas sang Pembunuh Seksi

Tepat beberapa hari sebelum Pemilu Presiden dan Legislatif Indonesia diselenggarakan, sebuah video berdurasi 1,5 jam dirilis melalui YouTube dan ditayangkan di seantero Indonesia. Video itu, yang berjudul ‘Sexy Killers’ menarasikan industri batubara Indonesia beserta para tokoh politik yang berandil dalam kepemilikannya. Pada Jumat 3 Mei kemarin TGIF PPIH kembali hadir setelah vakum pada bulan April dengan membawa tema “Drama di Negeriku” Mengupas tuntas sang Pembunuh Seksi. Pada TGIF kali ini, video ‘Sexy Killers’ kami kupas secara ilmiah dari sudut pandang pertambangan, logistik-transportasi, lingkungan, dan ekosistem perairan. Pemateri untuk masing-masing topik secara berurutan adalah Firly Baskoro (Phd. Candidate of Production System Engineering), Bintan Wiratama (Master Candidate of Development Technology), Ahmad Shoiful (Phd. Candidate of Civil and Environmental Engineering), dan Wahyudin Sasmita (Phd. Candidate of Biosphere Science) dengan moderator Gillang Gusti (Master Candidate of Civil and Environmental Engineering).

di bulan Februari dengan mengangkat topik seputar hubungan antara Indonesia dan Jepang yang dirangkum dalam tajuk “Romantisme Indonesia-Jepang”. Pada sesi kali ini, pemateri merupakan Maria Gustini dan Reza Rustam yang memang keduanya sedang mendalami studi dengan bidang yang sangat berhubungan dengan topik di Graduate School of Letters, Hiroshima University.

Kegiatan yang dilakukan pada Jumat malam hari di IDEC Room 805 ini dipandu oleh saudara Gillang dari divisi relasi publik. Sekitar 20 orang datang untuk berdiskusi santai di kegiatan ini. Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, sesi pertama berupa pemaparan materi dan sesi kedua merupakan sesi diskusi dan tanya jawab. Slide masing-masing materi bisa diunduh dengan mengklik tampilan di bawah.

Berikut merupakan Resume dari masing-masing pemaparan oleh pemateri

1. Pertambangan Batubara

Rencana Bauran Energi Primer dari Dewan Energi Nasional menunjukkan bahwa hingga tahun 2050 batubara masih akan menjadi sumber energi yang signifikan bagi Indonesia. Lalu program 35000 MW oleh pemerintah yang masih sangat bergantung pada batubara semakin mempertegas ketergantungan kita pada sumber energi satu ini. Namun perlu diingat bahwa tidak selamanya tambang batubara itu hanya sekedar merusak lingkungan seperti yang dinarasikan oleh ‘Sexy Killers’. Banyak juga tambang legal yang memberikan dampak baik kepada masyarakat secara luas walaupun tidak bisa dipungkiri jika dampak negative terhadap lingkungan masih tetap ada. Cara paling ampuh untuk menimalisir dampak terhadap lingkungan adalah dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Patut diakui jika cukup jika kita menafikan pertambangan karena bahkan di USA data statistic mencatat bahwa setiap bayi yang lahir akan membutuhkan 3,03 juta lbs mineral, logam berat, dan bahan bakar selama hidupnya (www.mineralscoalitioneducation.org). Sementara itu, batubara secara global memiliki peran yang sangat penting dengan penggunaannya sebagai pemenuh kebutuhan listrik sebesar 41% dan bahkan lebih besar di beberapa negara. Pada akhirnya, sangat tidak seyogyanya untuk mengatakan bahwa pertambangan itu selalui negatif, padahal justru pertambangan ini merupakan penggerak utama dari adanya peradaban manusia.

Posisi Batubara dalam Bauran Energi Primer (Sumber: Dewan Energi Nasional, BP-PEN 2050)
Program 35000 MW
Alur Pertambangan

2. Transportasi-Logistik Batubara

Terdapat dua moda transportasi yang digunakan dalam industri batubara di Indonesia, Kapal Tongkang dengan bak terbuka dan Bulk Vessel. Pada narasi video ‘Sexy Killers’ diceritakan jika terdapat beberapa pelanggaran yang terjadi oleh moda pengangkut batubara di area perairan Kepulauan Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa mencatat bahwa sepanjang tahun 2017 terdapat 7 buah kapal yang melakukan grounding di sekitar area Taman Nasional. Hal tersebut pun menimbulkan sebuah pertanyaan, kira-kira apa yang salah terhadap alur transportasi batubara kita? Ada beberapa hal sebagai berikut yang bisa menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut

a. Peta laut masih sekedar menjadi panduan

Peta laut merupakan proyeksi bentuk permukaan bumi dalam bidang datar yang berfungsi untuk membantu awak kapal dalam merencanakan pelayaran dan menjamin keselamatan pelayaran dan lingkungan. Peta laut di sekitar Kepulauan Karimunjawa tidak dilengkapi dengan alur pelayaran bagi kapal – kapal komersial dikarenakan perairan sekitar Kepulauan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Kawasan taman nasional . Pada dasarnya hanya kapal rakyat, dan kapal pemerintahan yang boleh melintasi wilayah tersebut.

  1. Tidak adanya alur pelayaran yang jelas

Tidak adanya alur pelayararan yang jelas membuat stakeholder dapat melakukan pelayaran secara bebas dengan berasumsi bahwa alur pelayaran tersebut merupakan jalur tradisional.

b. Tidak adanya pengawasan dari instansi terkait

Pihak terkait, dalam hal ini pemerintah dalam menjaga perairan taman nasional bebas dari lalu lintas kapal komersial. Selain itu juga tidak adanya penegakan hukum pada kapal – kapal yang melakukan illegal shipping.

c. Izin Syahbandar

Pada keadaan yang tidak memungkinkan, seperti cuaca buruk, syahbandar terdekat memberikan izin kapal – kapal besar untuk menurunkan jangkar mereka di perairan Karimunjawa untuk berlindung.

Sejauh ini ada beberapa solusi yang bisa diterapkan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

  • Perbarui peta laut wilayah perairan Karimunjawa dengan penambahan lokasi tambat bagi kapal – kapal untuk berlindung serta alur pelayaran yang aman bagi kapal – kapal besar tersebut untuk melintas disekitar perairan Karimunjawa.
  • Adanya kesepahaman antar instansi, terutama yang memiliki kepentingan dibidang penegakan hukum, pelayaran, serta lingkungan hidup.
  • Penegakan hukum oleh pihak yang berwenang sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • Pengawasan kapal oleh pihak pengelola Taman Nasional dan tindakan pengusiran terhadap kapal – kapal komersial yang berada dalam kawasan tersebut.

Lalu ada dua hal yang patut diketahui dalam transportasi logistic batubara. pertama, batu bara termasuk dalam daftar kargo berbahaya menurut International Maritime Organization (IMO) dikarenakan kemampuan terbakar sendiri akibat panas berlebih sangat tinggi. Namun peraturan internasional “hanya” mewajibkan untuk memonitor kadar oksigen dan temperatur dari kargo. Kedua, belum ada aturan baku yang melarang pengiriman batu bara secara terbuka. Disisi lain, sudah banyak studi dampak negatif pencemaran yang diakibatkan oleh transportasi pengangkut batu bara, baik pencemaran udara, dan air yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Alur Laut Kapal di Sekitar Karimunjawa
Penanganan Vessel Grounding di Karimunjawa

3. Lingkungan

Lingkungan merupakan aspek yang sangat erat hubungannya dengan aktivitas manusia. Sudah menjadi rahasia umum pula jika aktivitas ekonomi yang dilakukan manusia, keuntungan merupakan tujuan utama yang ingin dicapai. Patut diketahui bahwa lingkungan masih belum menjadi prioritas di negara kita. Lingkungan hidup di Indonesia sebenarnya memiliki banyak produk hokum yang mampu melakukan proteksi, salah satu produknya merupakan AMDAL atau Analisa Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL ini dibuat sebelum aktivitas atau kegiatan yang bersangkutan dilakukan. AMDAL ini mencakup assessment kondisi awal atau baseline sebelum kegiatan. Selain itu tentu saja AMDAL ini berisi analisis mengenai pengaruh kegiatan tersebut terhadap lingkungan. Walaupun AMDAL dibuat sebelum kegiatan dilangsungkan, penyusunnya harus tetap mampu memberikan informasi mengenai pengaruh kegiatan tersebut terhadap lingkungan disaat kegiatan berlangsung. Lalu terdapat juga pengawasan kondisi lingkungan faktual yang dilakukan enam bulan sekali. Kegiatan dengan skala besar seperti pertambangan dan PLTU termasuk dalam lingkup kerja yang harus dikaji dengan AMDAL. Secara hierarkis kelembagaan, instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengawasan AMDAL merupakan dinas lingkungan hidup di masing-masing daerah. Untuk kasus-kasus yang ternarasikan oleh ‘Sexy Killers’, menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara produk hokum yang telah dibuat di pusat dengan pengaplikasiannya di daerah-daerah.

4. Ekosistem Perairan

Industri batubara yang termasuk dalam pemanfaatan energi yang tidak terbarukan memang membawa dampak negatif kepada lingkungan walaupun juga dibarengi oleh dampak positif kepada ekonomi dan manusia. Selain dari dampak pengangkutan batubara di tongkang terbuka yang menimbulkan pencemaran kepada laut di sepanjang alur pelayaran, terdapat pula satu kegiatan lain yang menimbulkan pencemaran yang sama namun masih kurang terekspos. Kegiatan tersebut merupakan pencurian batubara, kegiatan ilegal yang dilakukan dengan melubangi tongkang ini selain memberikan kerugian finansial kepada pengusaha juga menyebabkan banyak ceceran batubara yang langsung masuk ke air laut dan menimbulkan pencemaran berat terhadap biota-biota perairan. Salah satu biota yang jelas-jelas terdampak oleh kegiatan industri batubara merupakan Pesut Mahakam. Sungai Mahakam yang merupakan habitat lumba-lumba air tawar merupakan jalur utama transportasi batubara dari tambang-tambang yang berada di hulu sungai Mahakam ke mulut sungai yang selanjutnya diangkut ke PLTU-PLTU di Pulau Jawa dan pulau lainnya. Aktivitas pertambangan dan aktivitas-aktivitas lain di sepanjang sungai Mahakam dituding sebagai penyebab turunnya populasi Pesut Mahakam hingga menyebabkan mamalia satu ini diklasifikasikan sebagai “Sangat Terancam Punah” oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Berita mengenai pencurian batubara
Penurunan populasi Pesut Mahakam

Foto-foto pemateri

Sesi terakhir merupakan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini terdapat beberapa pertanyaan yang cukup menarik yang masing-masing dikemukakan oleh partisipan. Beberapa diantaranya yaitu, penyebab grounding kapal di Karimunjawa, karakteristik kapal yang lebih ramah lingkungan untuk mengangkut batubara, sedimentasi yang terjadi Sungai Mahakam, hingga inti permasalahan yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pembuat video ‘Sexy Killers’. Beberapa kesimpulan yang bisa didapatkan dari sesi TGIF PPIH kali ini diantaranya adalah,

  • Aspek lingkungan masih belum dipandang sebagai sebuah prioritas dalam berkegiatan ekonomi di negara berkembang.
  • Penegakan regulasi oleh pihak-pihak terkait masih sangat lemah.
  • Teknologi dan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia masih belum mumpuni untuk menerapkan teknologi pertambangan yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini pun ditutup dengan berfoto Bersama antara pemateri dengan seluruh peserta yang hadir.

Foto Bersama di penghujung kegiatan

Cooking Class for Japanese

Konnichiwa!

Apa kabar teman-teman? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat ya. Semoga juga teman-teman yang melaksanakan ibadah puasa diberikan kelancaran. Btw kami akan sharing mengenai acara cooking class yang dilaksanakan bulan April lalu. Mudah-mudahan teman-teman yang sedang puasa tidak tergoda ya 😀

Berawal dari keinginan masyarakat Jepang untuk mengenal tentang kekhasan budaya Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) dan Persatuan Ibu-Ibu Saijo (PIS) berkolaborasi untuk membantu Hiroshima Global Platform (Sotokara) mencapai tujuan tersebut. Tujuan ini terwujud dalam acara yang diselenggarakan Satu, 14 April 219 lalu di Hiroshima City

Inti utama dari acara ini adalah mengenalkan makanan khas Indonesia dan makanan halal kepada peserta, yang merupakan warga Jepang. Dalam acara ini, PPIH dan PIS hanya memberikan tenaga dan membantu Hiroshima Global Platform (Sotokara). Tempat dan peserta acara merupakan tanggung jawab penuh dari Hiroshima Global Platform (Sotokara).

Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 13 April 2019 di Gedung Luminous Mikawacho, Hiroshima City. Ruangan apartemen di gedung ini disulap selayaknya dapur dalam acara memasak yang sangat memadai.

Dalam acara ini, Teh Sari selaku narasumber utama didampingi oleh Ibu Betty Diana dan Ibu Abuela. Makanan yang dimasak, disajikan, dan dihidangkan pada acara ini diantaranya adalah Soto Betawi, Perkedel Kentang, Acar, dan Kue Talam Labu Kuning.

Resep Masakan yang Disajikan

Selain cooking class, kami dari perwakilan PPIH juga mempresentasikan sekilas mengenai Indonesia dan budaya nya kepada para peserta yang hadir. Ternyata banyak sekali peserta yang tertarik dengan Indonesia bahkan ada yang sudah pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia.

Sambil menunggu masakan matang, kami mengajak para peserta untuk bermain angklung. Walaupun hanya mengenalkan angklung yang sederhana, namun mereka sangat antusias dalam memainkan angklung tersebut.

Hasil Akhir Masakan

Peserta Berpartisipasi dalam Memasak

Keseruan Pengenalan Budaya Khas Indonesia
Makan siang bersama

Acara cooking class yang dimulai dari pukul 11:30-13:30 ini diakhiri dengan acara santap siang bersama  hasil masakan kami yang tentu saja rasa nya lezat.Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13:30 itu saat nya kami semua harus mengakhiri acara ini. Memang persiapan nya cukup melelahkan tapi berkat kerjasama dan kekompakan tim acara berjalan dengan lancar. Perut kenyang, hati senang 😀

Semoga dengan terselenggaranya acara ini, persatuan antar bangsa dapat semakin erat dan dapat berlanjut ke acara-acara lintas kebudayaan lainnya.

Sampai jumpa di kegiatan-kegiatan PPIH lainnya! Salam!

 

#CookingClass
#PPIHBersahabat
#BersamaBersinergi

Hanami Bersama 2019

Akitakata-shi, 6 April 2019

Seperti biasanya dilakukan setiap tahunnya, kali ini Keluarga Muslim Indonesia – Hiroshima (KMIH) dan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) kembali berkolaborasi mengadakan kegiatan Hanami Bersama                 untuk menikmati keindahan mekarnya kembang otentik khas negeri Matahari Terbit ini, yaitu bunga sakura.

Hanami tahun 2019 ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 April 2019 di Haji Dam, Akitakata-shi, Hiroshima. Dalam acara Hanami ini, PPIH turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara. Rombongan peserta Hanami Bersama ini berangkat dari wilayah Saijo dengan titik penjemputan di Halte Daigakukaikan-mae, Halte Saijosyougakkou, dan Apartemen Sunsquare sekitar pukul 08:00 JST. Rombongan berangkat menggunakan bus sewaan dari JR-Chugoku Bus. Puji syukur kepada Allah SWT karena perjalanan berlangsung lancar, sehingga rombongan peserta dapat tiba di lokasi pada pukul 10:00 JST.

Acara dimoderasi oleh Saudara Arlyn Aristo sebagai MC dan diawali dengan sambutan dari Ketua PPIH (Saudara Firly Rachmaditya Baskoro) serta Ketua KMIH (Saudara Widdy Muhammad Sabar WIbawa). Kemudian, acara dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh Saudara Rohim sebelum siraman rohani dari Ustadz Subaedy yang memberikan nasihat kepada kita semua akan pentingnya  beraktivitas dan menjalankan studi kita di Negeri Sakura ini dengan tujuan untuk menjadi generasi Rabbani.

Acara dibawakan oleh Saudara Arlyn Aristo
Sambutan dari Ketua KMIH (Saudara Widdy)
Sambutan dari Ketua PPIH (Saudara Firly)

 

 

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Saudara Rohim
Ceramah dari Ustadz Subaedy
Foto Bersama Peserta Hanami Bersama KMIH – PPIH 2019
Bunga Sakura dengan Latar Belakang Danau di Haji Dam, Akitaka-shi, Hiroshima
Keseruan Pesepeda BMX di Arena BMX

Akhirnya, acara ditutup dengan makan siang bersama dan menikmati keindahan alam Bunga Sakura di Haji Dam, Akitakata-shi, Hiroshima. Banyak titik-titik menarik di Haji Dam ini, diantaranya adalah danau dan arena sepeda BMX. Kami bersyukur acara dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi sarana untuk meningkatkan ikatan persaudaraan dan silaturahmi di antara peserta. Semoga eratnya persaudaraan seluruh warga Indonesia di Hiroshima ini dapat kekal sepanjang hayat.

Sampai jumpa di kegiatan-kegiatan PPIH lainnya! Salam!

 

#Hanami2019
#PPIHBersahabat
#BersamaBersinergi