LPJ PPIH 2018/2019

Dear, seluruh Keluarga Besar PPI Hiroshima yang kami hormati.

Menjelang berakhirnya periode kepengurusan PPIH 2018/2019 yang bersamaan dengan Musyawarah Besar PPIH 2018/2019 pada hari Minggu, 22 September 2019 yang akan dilaksanakan di R. 806 IDEC, Hiroshima University, Higashihiroshima Campus, kami mengundang rekan-rekan untuk dapat hadir dan mengisi kuesioner evaluasi pada tautan berikut:

bit.ly/evalppih1819

Adapun materi Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PPIH 2018/2019 dapat dilihat pada dokumen berikut.

Masukan, kritik, dan saran dari rekan-rekan semua sangatlah berarti bagi kami. Maju terus mahasiswa!

Salam Perhimpunan! Salam Persatuan!

Bersama Bersinergi.

Semarak Olahraga Agustusan di Hiroshima

Alhamdulillah segala puji dan syukur mari kita panjatkan kepada tuhan yang maha esa Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya kegiatan tahunan PPIH semarak olahraga dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke 74 berhasil di selenggarakan. Meskipun acara pembukaan semarak olahraga ini terlambat beberapa saat, namun pembukaan bisa berjalan dengan cukup khidmat.

Para peserta berkumpul di tengah lapang eastgym, menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Salah satu hal yang bersejarah dalam semarak olahraga kali ini adalah launching untuk pertama kalinya lagu PPI Hiroshima yang diciptakan oleh Bapak Subaedy yang berjudul “Tunggu Aku Kembali”.

Launching Lagu PPI Hiroshima

Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kegiatan semarak olahraga kali ini adalah, Futsal, Basket dan Badminton. Setelah acara pembukaan selesai, para peserta mengambil kertas undian untuk  pembagian grup dalam kegiatan olahraga kali ini. Cabang olahraga yang dipertandingkan pertama adalah olahraga futsal.  Para peserta sangat antusias dalam menyambut pertandingan futsal,  kekuatan tiap tim pun berubah dikarenakan banyak nya orang Indonesia yang sudah kembali ke tanah air. Pertandingan berlangsung dengan sangat menarik, dan para peserta pun melaksanakan pertandingan dengan fair play. Saat pertandingan futsal tengah berlangsung, ada beberapa masalah yang terjadi dikarenakan salah paham dan kurangnya komunikasi dengan peserta mengenai peraturan yang ada.  Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar dalam pelaksanaan selanjutnya hal yang sama tidak terjadi kembali.

Setelah cabang olahraga futsal dilaksanakan, selanjutnya cabang olahraha bulu tangkis dan basket 3 on 3 dilaksanakan secara bersamaan. Pertandingan cabang olahraga bulu tangkis sedikit mengalami perubahan sistem kompetisi yang asalnya berbentuk grup, menjadi sistem gugur dikarenakan ada salah paham mengenai jumlah pendaftar peserta bulu tangkis antara panitia. Namun meskipun sistem kompetisi nya berubah, namun tidak mengurangi keseruan pertandingan cabang olah raga bulu tangkis ini.

Sikap Fair Play setelah Pertandingan Badminton

Di sisi lapang yang lain, pertandingan basket 3 on 3 pun dilaksanakan. Dalam pelaksanaan sebelumnya terdapat cabang olahraga tenis meja, namun dalam pelaksanaan kali ini cabang olahraga tenis meja diganti oleh cabang olahraga basket dikarenakan melihat antusias pertandingan sebelumnya, cabang olahraga basket cukup meriah.

Pertandingan Basket 3 on 3

Selain pertandingan olahraga, sama seperti tahun sebelumnya kegiatan kali ini pun dimeriahkan dengan bazaar masakan nusantara. Salah satu yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Indonesia karena bisa mengobati kerinduan akan masakan Indonesia selama berada di Jepang.

Bazaar Makanan Indonesia

Kegiatan berjalan dengan meriah, meskipun terdapat beberapa kendala namun secara keseluruhan rangkaian acara bisa berjalan dengan baik dan berakhir sesuai jadwal.

Terakhir, selamat untuk para juara dalam kegiatan semarak olahraga PPIH tahun 2019.

TGIF PPIH Agustus ‘Mempersiapkan Pendakian Fuji-San’

Setelah absen selama dua bulan, TGIF PPIH kembali hadir di bulan Agustus 2019. TGIF kali ini sekaligus menjadi edisi terakhir untuk kepengurusan 2018-2019. Tema dari TGIF kali ini merupakan persiapan pendakian Gunung Fuji. Tema ini dipilih karena memang Pendakian menuju puncak Gunung Fuji hanya dibuka pada saat musim panas, tepatnya 1 Juli hingga 10 Agustus, dan juga atas request khusus teman-teman PPIH di Hiroshima City yang akan berangkat kesana. Kegiatan ini dihadiri oleh tujuh orang yang dipandu oleh Firly Baskoro dan Gillang Gusti. Informasi mengenai persiapan pendakian Gunung Fuji yang dibagikan diantaranya berupa informasi umum mengenai Gunung Fuji, transportasi kesana dari Hiroshima, rute pendakian, biaya, serta persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum keberangkatan. Kegiatan lalu diakhiri dengan sesi diskusi dan foto Bersama.

Suasana Diskusi TGIF

Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3776 mdpl. Gunung ini terletak di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Prefektur Shizuoka. Selain sebagai gunung api aktif yang menjadi gunung wisata, gunung ini juga dianggap sakral oleh masyarakat Jepang. Status Gunung Fuji sebagai gunung wisata membuat jalur pendakiannya terkelola dengan baik. Walaupun begitu, pendaki tetap dihimbau untuk berhati-hati terutama jika hujan turun karena medan pendakiannya yang kering dan berbatu, ditambah suhu dingin di puncak yang bisa mencapai kurang dari 0oC. Pada umumnya, pendakian menuju puncak Gunung Fuji dimulai dari 5th Station di masing-masing jalur pendakian. Pembayaran biaya pendakian sebesar JPY 1000 bisa dilakukan di tempat yang sama dengan bonus berupa souvenir ukiran kayu.

Suasana Diskusi TGIF (2)

Moda transportasi yang bisa digunakan untuk menuju Gunung Fuji bermacam-macam, mulai dari bus, kereta, hingga pesawat terbang, tergantung pada checkpoint yang dituju (Tokyo, Kyoto, atau Mishima) dan anggaran masing-masing. Terdapat juga banyak opsi untuk menuju Gunung Fuji dari setiap checkpoint tersebut, salah satu opsi yang paling populer adalah bus (http://www.fujikyu.co.jp/en/). Rute Pendakian Gunung Fuji dibagi menjadi 4, Yoshida Trail (rute paling populer), Subashiri Trail (rute dengan akses termudah kedua), Gotemba Trail (rute terpanjang), dan Fujinomiya Trail (rute dengan titik start pendakian tertinggi).

Berbeda dengan di Indonesia, pendaki di Gunung Fuji dilarang mendirikan tenda di sepanjang jalur pendakian. Sebagai gantinya telah banyak disediakan mountain hut atau penginapan di puncak gunung di sepanjang lereng Gunung Fuji. Penginapan-penginapan ini bisa dipesan jauh-jauh hari melalui telfon ataupun melalui online form (https://www.jnto.go.jp/eng/arrange/travel/practical/pdf/Mt.Hut_Mt.Fuji.pdf). Harga sewa penginapan ini berkisar antara JPY 5000-8000 untuk setiap orang per malamnya dengan tambahan sarapan atau makan malam seharga JPY 1000. Biaya total pendakian dari Hiroshima secara umum berkisar di range JPY 40000-50000, tapi tidak menutup biaya yang lebih mahal dari itu tergantung pada rencana keseluruhan perjalanan.

Foto Bersama di Penghujung Kegiatan

Kuliah Tamu PPIH – Refleksi Sejarah 400 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang

Dalam kuliah umum kali ini dibahas tentang salah satu perjumpaan masyarakat nusantara dengan orang Jepang. Dalam cerita dari pulau Banda ini dicatat bahwa para samurai tak bertuan dari jepang dipekerjakan oleh badan usaha milik kerajaan Belanda yang saat itu dikepalai oleh J.P. Coen. Para samurai ini diberi tugas untuk membantai para pembesar, bangsawan dan orang yang dianggap terlibat dalam pembantaian orang Belanda beberapa tahun sebelumnya yang hampir merenggut nyawa J.P. Coen. Para korban (masyarakat pulau Banda) dimutilasi menjadi beberapa potongan dan digunakan sebagai peringatan pada masyarakat pulau Banda agar takut dan takluk pada pemerintah pendudukan kerajaan Belanda. Latar belakang dipakainya para “ronin” atau samurai tanpa tuan ini karena murah dan mudah perawatannya (konon berdasarkan catatan kerajaan Belanda), hanya memerlukan lauk ikan asin. Efisiensi dari perawatan pasukan bayaran ini tidak mengurangi efektifitasnya dalam membantai warga Banda. Pada kuliah umum ini dihadiri puluhan masyarakat Indonesia yang terdiri dari siswa sekolah-mahasiswa-keluarga mahasiswa dan beberapa pekerja, bahkan ada seorang mahasiswa pasca sarjana asal Jepang yang menguasai Bahasa melayu turut menyimak kuliah ini.

Kuliah yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini berisi pemaparan materi oleh pemateri dan diselingi dengan tanya jawab, dimana setiap kesempatan tanya jawab diberikan tiga kesempatan untuk para peserta yang ingin pertanyaan. Selaku pemateri adalah ibu Meta Sekar Astuti, Ph.D, beliau adalah dosen di Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin, Makassar. Topik utama penelitian beliau adalah hubungan Indonesia-Jepang. Kembali ke materi kuliah umum, pada kenyataanya ternyata bangsa Jepang telah berdagang berbagai produk terutama obat-obatan yang dapat diandalakan dengan harga murah hingga ke pelosok daerah nusantara (saat itu masih bernama Hindia Belanda) dengan berjalan kaki. Beberapa produk yang saat itu diperdagangkan masih dijual hingga sekarang, tentunnya dengan improvisasi dan modenisasi pada lini produksinya. Status warga negara jepang yang pada saat itu disetarakan dengan warga kulit putih akhirnya membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda tidak dapat mengatur pergerakan warga Jepang di Indonesia dengan ketat. Berdasarkan catatan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan yang tinggi (setara warga kulit putih) tidak membatasi para pedagang dari Jepang untuk memasarkan produk-produknya hingga ke penjuru pedalaman wilayah jajahan Belanda. Jejak sejarah dalam bentuk foto akan bangunan yang sempat digunakan pedagang Jepang untuk menanamkan gaya berbelanja modern pun masih dapat disimpan dengan baik. Pada akhirnya, kuliah tentang hubungan kepulauan nusantara dengan Bangsa Jepang yang dilaksanakan di salah satu ruangan seminar fakultas Sastra Universitas Hiroshima dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia adalah suatu penyegaran rasa cinta tanah air di perantauan yang jauh dan sebagai upaya untuk tetap mengingat bahwa sebagai warga negara Indonesia jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Sambutan oleh Ketua PPI Hiroshima
Penyampaian Materi
Penyampaian Materi (2)
Antusiasme Peserta
Sesi Tanya Jawab
Sesi Tanya Jawab (2)
Sesi Tanya Jawab (3)
Foto Bersama di Penghujung Kegiatan

Workshop Fotografi PPIH

Belajar fotografi dari sang ahli merupakan hal yang dinantikan bagi mereka yang mempunyai hobi foto. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang berguna untuk meningkatkan skill fotografi. Oleh karena itu, PPIH menyelenggarakan acara Workshop Fotografi dengan menghadirkan sang ahli fotografi, Bli Kadek Agus Wibisana, sebagai pemateri.

Penyampaian Materi

Workshop kali ini spesial karena dilaksanakan di Hiroshima City, tepatnya di lounge lantai 1 International House. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Juli 2019 ini diikuti oleh 11 peserta. Selama kurang lebih 60 menit, pemateri menyampaikan materi seputar teknik dasar fotografi dan pengambilan gambar disertai dengan contoh hasil foto. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti workshop ini.

Kegiatan workshop lalu dilanjutkan dengan praktik pengambilan gambar langsung di sekitar Genbaku Dome. Para peserta secara bergantian menjadi objek foto sedangkan yang lain mengabadikannya dalam lensa. Hasil bidikan lensa kemudian dikonsultasikan kepada pemateri untuk mendapatkan tanggapan sehingga peserta dapat secara langsung mengetahui kekurangan atau kelebihan dari foto hasil bidikannya. Workshop ditutup dengan foto bersama.

Hasil Foto Peserta
Hasil Foto Peserta (2)
Penyerahan Sertifikat kepada Pemateri

Public Speaking Class for Children

PPI Hiroshima melakukan kegiatan dibidang pengembangan akademik berupa public speaking class yang dikhususkan untuk anak – anak. Kegiatan yang khusus ditujukan untuk anak – anak ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kratifitas dan keberanian anak untuk berbicara di depan umum serta menyalurkan minat dan bakat anak – anak dalam dunia public speaking. Kegiatan ini dipandu oleh Saudari Avidia Sarasvati.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang anak dari berbagai usia, dimulai dari usia mampu berbicara hingga 10 tahun. Kegiatan dimulai pukul 16.00 JST. Pertama – tama mentor memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kemudian mengajak anak – anak untuk pemanasan dengan menari mengikuti gerakan mentor diiringai lagu Chicken Dance. Pemanasan dilakukan selama 2 kali untuk memacu semangat anak – anak dan tidak merasa bosan dengan kegiatan yang dilakukan. Setelah melakukan tari bersama, anak – anak diminta untuk duduk membentuk lingkaran kemudian mentor mulai diajarkan untuk berani berbicara dimulai yang dikemas dalam bentuk game. Game yang yang dilakukan merupakan permainan lempar dan tangkap bola, bagi anak yang mendapatkan bola akan maju ke tengah lingkaran dan mulai bercerita. Pertama – tama anak yang mendapatkan bola akan menyebutkan nama terlebih dahulu lalu kemudian bercerita mengenai cita – cita dan hal yang paling mereka sukai. Masing – masing mendapatkan giliran untuk bercerita. Setelah bercerita, anak – anak diberikan hadiah oleh mentor sebagai reward atas keberanian mereka bercerita. Setelah semua anak selesai bercerita, mentor mengajak anak – anak untuk mengikuti gerakan Tepuk Semangat sebagai penutup dari kegiatan.

 

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian sertifikat penghargaan kepada  masing – masing anak dan foto bersama.